Part 4
Shela pergi menuju kamarnya..
Di dalam kamar shela mengambil foto almarhum ayahnya sembari menangis.
"Ayahh.. shela kangen, kangen banget sama ayah, shela janji bakal jagain ibu, shela janji bakal jadi orang kuat seperti yang ayah bilang" ( shela menangis sembari mendekap foto almarhum ayahnya).
Tak terasa waktu begitu cepat sehingga bulan mulai terlihat menampakkan dirinya. Shela yang sedang belajar dikamar tiba tiba mendengar suara ketukan pintu. shela pun membukanya..
"Tuk..tuk..tuk.." ( suara pintu diketuk dengan pelan )
"Iya sebentar.." ( ucap shela dari dalam rumah )
"Shila!! " ( Shela kaget )
"Haii!!" ( Melambaikan tangannya)
"Ayo masuk "
"Kenapa malem malem kesini? "
"Gapapa aku khawatir sama kamu"
"Loh khawatir kenapa? Aku gapapa "
"Aku tau shel, kamu lagi sedih, kamu kangen ayah kamu kan? Kamu tenang aja, ayah kamu udah tenang di sana" ( mengusap lutut shela )
"Kamu tau dari mana? Perasaan aku gak pernah cerita soal ayah aku ke kamu deh shil "
"Kamu gak usah heran gitu, aku tau semuanya tentang kamu! Aku kan sahabat kamu"
"Oh gitu ya " ( shela kebingungan )
"Oh iya kamu tau rumah aku dari mana?"
"Aku nanya sama tetangga.. mm shel kalo aku nginep di rumah kamu boleh? Tapi kalo kamu keberatan gapapa ko"
"Eh enggak ko! Boleh banget! Aku seneng kalo kamu nginep disini! Tapi.. orang tua kamu gak bakal nyariin? "
"Kamu tenang aja, aku udah bilang ko, jdi mereka udah tau"
"Oh ya udah kalo gitu... Mau minum apa shil?"
"Oh gak usah! Aku gak minum"
"Hah?! Maksudnya?!" ( Shela bingung )
"Aku gak haus"
"Oh.. ya gitu, kirain apa"
Tiba tiba saja ibu shela keluar dari kamarnya menghampiri shela...
"Shela kamu ngobrol sama siapa?"
"Oh ini bu, ada temen aku! Dia mau nginep disini boleh kan bu?"
"Mana temen kamu?"
"Ini bu" ( memegang pundak Shila )
"Mungkin ibu kamu lagi capek shel makanya gak liat aku" ( berbisik kepada shela )
"Ibu.. ibu istirahat aja ya, sini biar shela bantu"
"Gak usah ibu bisa ke kamar sendiri"( sembari pergi menuju kamar )
Tak lama kemudian jarum jam menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, mereka pergi ke kamar untuk segera beranjak tidur...
"Shel.. bonekanya cantik banget ya" ( mengusap boneka yang sebelumnya ditemukan oleh shela )
"Iya shil, namanya juga kaya kamu haha"
"Hahaha..iya shel"
"Aku mau jujur sama kamu shel" ( ucap serius Shila )
"Jujur apa shil?"
"Tapi... Kamu gak boleh kaget dan marah ya shel "
"Iya... Gak bakal ko, emang apa?"
"Janji"
"Janji"
"Aku sebenarnya beda sama kalian"
"Maksudnya beda apa? Kalian siapa?"
"Kalian manusia"
"Maksudnya gimana shila, aku gak paham?!!"
"Aku hantu shel"
"Gak! Aku gak percaya!"
"Shel tadi aja ibu kamu gak bisa liat aku kan?"
"Gak" ( menggelengkan kepalanya)
"Shel aku minta maaf aku nggak jujur dari awal sama kamu... Tapi kamu harus percaya, aku baik aku ga jahat"
"Jadi benar kamu itu hantu?"
"Iyaa... Kamu masih mau temenan sama aku kan? Aku mohon shel, aku cuma punya kamu"
"Tapi kamu baik kan?!"
"Memang selama ini aku jahat shel? Enggak kan?, Aku minta maaf..."
"Kamu gak salah shil, aku tetep mau temenan sama kamu ko"
"Aku juga tinggal di boneka kamu... Kamu keberatan?!"
"Engga.." ( tersenyum )
"Makasih shel..."
Komentar
Posting Komentar