LANGIT SENJA

#PART_3

         ( Tak terduga )


"Nah udah" ( sembari membereskan kotak p3k )

"Gue gak bakal bilang makasih! Karna lo yang maksa!" ( Ucap laki laki tersebut )

"Lagian siapa juga yang mau makasih dari kamu!" ( Jawab vanya )

"Dasar gak tau terimakasih" ( ketus jea )

"Eh temen lo yang maksa! Toh gue gak minta di obatin kan?!" ( Ucap laki laki tersebut )

"Iya udah gapapa, bentar deh! Kayanya aku pernah liat kamu tapi di mana ya" 

"Bekal yang jatuh!" ( Ucap jea )

"Oh iya! Kamu yang waktu itu nabrak aku kan?!"

"Iya!" 

"Kenapa?!"

"Udah minggir! Gue mau cabut!" 

     Ya, dia adalah brian. Brian kemudian langsung pergi meninggalkan vanya dan jea tanpa mengucapkan terimakasih sekalipun.


"Dasar cowok gak sopan!" ( Ketus vanya )

"Iya nih! Kesel banget aku!" 

"Udah lah, yuk pulang" 

"Ayo deh" 


       ( Kalian tau? Cowok yang barusan aku tolong ternyata yang nabrak aku waktu di sekolah dan bikin tumpah makanan yang dikasih jea! Sumpah aku kesel banget ) 


     Ketika malam itu vanya menghubungi viona untuk menceritakan kejadian hari itu kepadanya.


Tutt..tut..tut.. ( suara dering telepon )



"Hallo vanya!" ( Suara dari telepon )

"Haii viona!"

"Kenapa? Mau cerita?!"

"Iya nih hehe"

"Cerita apa nih!"

"Tau gak? Tadi di sekolah ada kejadian aneh!"

"Hah? Kejadian apa ?"

"Aku juga gak ngerti, yang pasti di dalem laci meja aku tu ada kotak makan dan pas aku buka isinya laba laba gede!"

"Hah? Beneran?"

"Iya!"

"Tapi kamu gak papa kan?!"

"Engga ko! Cuman yang bikin aku heran gak mungkin kan laba laba masuk ke kotak makan sendiri!"

"Brian!!" ( Viona bergumam pelan )

"Apa?"

"Eh engga engga! Mungkin itu cuma kesengajaan doang kali nya"

"Iya juga sih! Tapi agak aneh dikit hahaha!"

"Iya hahaha! Tapi kalo ada yang sengaja gimana?!" 

"Ya bakal aku hajar lah wkwkw"

"Harus dong hahaha!"

"Aku tutup ya vanya!"

"Iya deh! Maaf ganggu ya hehe"

"Eh engga ko gak ganggu! Babay!" ( Menutup telepon )

"Bay!" 



      Di lain sisi viona terus kepikiran tentang apa yang tadi diceritakan oleh vanya.


"Brian keterlaluan banget si! Mau dia apa sebenarnya!" 


Viona langsung mengambil ponsel miliknya dan menelpon seseorang.


"Hallo!"

"Kenapa?" ( Suara dari telepon )

"Yang naro laba laba di kotak makan kamu kan?!"

"Oh si culun itu cerita"

"Brian please!"

"Ga!" ( Mematikan telepon )

"Huftt.." ( keluh viona ) 


     Ke esokan harinya ketika vanya hendak mengambil handuk olahraga miliknya yang ada di dalam loker miliknya, vanya kaget karena dia mendapati sebuah boneka ranting dengan foto vanya dibagian kepalanya, selain itu tertancap jarum di bagian kanan kirinya. Vanya ketakutan...



Krett.... ( Suara lemari dibuka )



"Ini handuk ku!" ( Ucap vanya )

"Tunggu tunggu! Ini apa!" ( Mengambil boneka ranting )


Vanya termenung tidak menyangka.


"Gak! Gak mungkin!" ( Memegang boneka tersebut )

"Ngga!! Ya Tuhan aku percaya padamu, lindungilah aku" ( dengan aga gemetar )


Vanya langsung mencabut foto dirinya dan merobek robek nya lalu membuang boneka tersebut ke sampah.


Vanya termenung di depan tong sampah.


"Vanya!" 

"I iya!" ( Kaget )

"Ko ngelamun disini! Ayo yang lain udah dilapangan!" 

"Iya jea, yuk!" 


    ( Aku sama sekali tidak pernah berfikir bahwa ada orang yang seperti itu, aku tidak tau sebenarnya siapa orang yang melakukan ini terhadap ku. Aku takut jika hal buruk terjadi padaku, fikiran ku tentang aku tidak punya musuh salah! Ternyata ada orang yang sangat dendam terhadap ku )


Di lapangan basket ketika anak anak lain sedang bermain basket, vanya hanya duduk di pinggir lapangan dan terus melamun memikirkan kejadian tadi.


"Ya allah semoga tidak terjadi hal buruk padaku" ( vanya berdoa di dalam hati )

"Vanya ayo main!" ( Teriak jea )

"Iya sok aja!" ( Jawab vanya )


Terlihat tidak jauh dari lapangan brian dan kedua temannya memperhatikan vanya sedari tadi.


"Kayanya dia ketakutan haha!" ( Ucap rezky )

"Menurut kalian terlalu berlebihan ga si" ( ucap fiko )

"Lo diem!" ( Perintah brian pada fiko )

"Tapi lo yakin nyantet tu anak?" ( Tanya rezky )

"Ya kagak lah! Gue cuma nakut nakutin dia doang! Yakali gue ke dukun! Ogah!" ( Jawab brian )

"Ya kirain" 

"Cabut!" ( Perintah brian )


Ketika vanya hendak ke toilet vanya tidak sengaja menabrak brian karna dia berjalan dengan buru buru.


"Mata dipake kalo jalan!!" ( Ucap brian marah )

"Iya maaf, misi" ( jawab vanya singkat )

"Ets.. mau kemana?" 

"Huftt.. awas" 

"Santai dong santai!" 

"Awas!" ( Dengan nada aga tinggi )

"Wihhhh.. marah hahaha!"

"Hahaha" ( rezky tertawa )

"Kalian mau apa si?! Awas dong! Aku mau lewat!" 

"Gue peringatin sama lo! Gak usah ikut campur urusan gue! Ngerti!" 

"Siapa juga yang ikut campur urusan kamu!" 

"Awas!" ( Vanya mendorong brian ) 


dan spontan brian mendorong vanya kembali hingga hampir terjatuh dan brian tidak sengaja menangkap vanya.


"Apaan si lepasin!" 

"Hahaha!" ( Rezky dan fiko tertawa )

"Ehh lo ya!!" ( Menunjuk pada vanya )


Vanya kemudian pergi begitu saja meninggalkan mereka menuju toilet.


Di toilet..


"Apaan si dia! Iwhh!" ( Sembari ngaca di toilet )

"Semoga tentang boneka itu gak terjadi apa apa!" ( Vanya bergumam ) lalu kembali ke lapangan.


#ALEA


     Alea adalah seorang anak konglomerat kaya raya yang terkenal di sekolah. Ayahnya memiliki perusahaan yang cukup besar di indonesia, dia juga memiliki ribuan followers di akun instagram nya. Selain itu dia juga memiliki paras yang cantik dengan kulit putih dan rambut pirang nya yang membuat banyak laki laki tertarik padanya. Akan tetapi dengan kesempurnaan yang di milikinya dia menjadi orang yang sombong dan anak anak di sekolah takut padanya karna jika alea tidak suka dengan anak yang tersebut dia tidak segan akan membully nya.


"Semuanya kumpul" ( teriak mona dan erika )


Semua anak berkumpul di lapangan...


"Haii guys! Besok ulang tahun gue yang ke 18, kalian dateng ya, acaranya bakal mewah banget kalian bisa makan sepuasnya" ( ucap alea di tengah tengah kerumunan anak anak )

"Eitss jangan lupa pake baju yang bagus ya, soalnya kan ini acara penting gue. Mona, erika bagiin undangannya" ( terus alea )

"Siapp bos" ( jawab mona dan erika membagikan undangan )


"Makasih" ( ucap anak anak satu per satu )


"Tenang aja semuanya gue undang ko!" ( Teriak alea )


"Dia siapa nya?" ( Tanya jea pada vanya di tengah kerumunan )

"Dia itu alea, dia terkenal banget di sekolah ini" ( jawab vanya )

"Oh gitu.. eh iya makasih" ( menerima undangan )

"Terkenal nya karna apa?" ( Tanya jea lagi )

"Ya kamu liat sendiri kan dia cantik?"

"Engga ah, biasa aja, cantikan juga kamu" 

"Yee kalo aku jauh banget sama dia, ngaco!"

"Beneran ih"

"Udah yu pergi"

"Yu"


Saat vanya hendak berjalan untuk pergi meninggalkan lapangan, tak sengaja ia tertabrak dengan alea yang berlawanan arah sedang berjalan juga membuat kartu undangan milik vanya terjatuh dari tangannya...


"Eh maaf ya" ( mengambil kartu undangan )

"Nama lo siapa?" ( Tanya alea sinis )

"Vanya" 


Alea dan teman teman nya pergi begitu saja meninggalkan vanya dan jea...


"Ko dia gitu si nya?" ( Tanya jea heran )

"Tar aku ceritain" 



Di taman sekolah..


"Ayo cepet ceritain gimana?" ( Tanya jea penasaran )

"Gimana apa?"

"Itu alea"

"Oh dia emang gitu, dia anak orang kaya jadi dia agak se enaknya gitu sama orang lain, kalo dia gak suka sama orang ya dia bully, anak anak di sini juga takut sama dia"

"Whatt? Di bully? Pernah kejadian gak?"

"Sering! Waktu itu ada anak yang gak suka sama dia terus rencana nya anak itu mau kerjain si alea buat naro lem di bangkunya gitu loh, eh malah ketauan ya akhirnya di bully anak itu"

"Terus terus?"

"Anak nya kapok sampe pindah sekolah loh! Hahahaha!"

"Sampe segitu nya ya?"

"Iyaa"

"Kamu tadi pagi kenapa?"

"Kenapa gimana?"

"Kaya yang takut gitu loh"

"Enggak ko! Aku gak papa" ( gugup )

"Yakin?"

"Iya"

"Yaudah"



_______




•ALEA



"Dit lo dateng kan?" ( Tanya alea pada seorang pria yang duduk di bangkunya dengan hp di genggamannya )

"Dit ? " ( Tanya alea lagi )

"Dit lea nanya jawab dong" ( ucap mona )

"Hmm" ( jawab adit yang masih fokus dengan hp nya )

"Lo dateng kan ke ulang tahun gue yang ke 18? Acara itu penting loh buat gue"

"Terus?" 

"Ya gue mau lo dateng, gue berharap banget"

"Masih besok kan?" ( Tanya adit )

"Iya tapi gue cuma ngingetin lo biar lo gak lupa"

"Hm iya"

"Jangan lupa bawa kado yah" ( tersenyum )

"Yuk guys" ( lanjut alea pergi )




       Ke esokan harinya ketika vanya berangkat menuju sekolah tiba tiba ada segerombolan pria yang menarik tangan vanya untuk masuk ke dalam mobil berwarna hitam.


"Aaaaaa....!!" ( Teriak vanya sebelum akhirnya hening )





     Sementara di sekolah jea menunggu vanya yang tak kunjung datang...


"Vanya tumben jam segini belum dateng" ( melihat jam tangannya )


Waktu terus berlanjut hingga jam pelajaran selesai tapi vanya tak kunjung datang.


"Vanya hari ini kenapa ya? Gak biasanya bolos sekolah, apa dia sakit? Aku ke rumahnya aja deh, ettapi aku gak tau rumahnya dimana"

"Ika" ( sembari berjalan menuju temannya )

"Iya?" ( Jawab ika )

"Kamu tau rumah vanya? "

"Enggak"

"Yah masa si?"

"Iya, dia jarang banget bergaul sama yang lain, jadi dia tu misterius banget"

"Ya udah deh, makasih"

"Coba lo tanya dia " ( menunjuk pada seorang pria )

"Oh gitu ya, makasih"


Jea menghampiri pria tersebut..


"Misi"

"( Berbalik badan )"

"Lo kan?" ( Heran )

"Apa?" 

"Lo cowo songong itu kan?"

"Kenapa emang hah?"

"Engga, tadinya gue mau nanya rumah temen gue dimana, tapi gak jadi!"

"Vanya?"

"Ko tau?"

"Jalan Cempaka no. 13" ( langsung pergi meninggalkan jea )

"Heh yang bener!!"



______



"Jalan Cempaka no.13" ( sembari melihat lihat satu persatu no rumah )

"Mana ya?" 

"Eh ini bukan si? Bener ini no 13"

"Coba aja deh"



"Permisi" 

"Iya neng cari siapa?" ( Jawab pak satpam )

"Oh ini pak, saya mau tanya, ini bener rumahnya vanya?"

"Iya neng ini rumahnya non vanya"

"Saya jea, temennya vanya, kalo boleh tau vanya nya ada?"

"Maaf neng, non vanya masih disekolah belum pulang"

"Hah? Di sekolah?"

"Iya neng"

"Oh gitu ya pak" ( ragu ) "emang gak di jemput pak?"

"Non vanya lebih suka jalan kaki neng, katanya lebih seru"

"Oh gitu, ya udah deh makasih ya pak"

"Iya neng sama sama"

"Kalo vanya udah pulang bilang tadi jea ke rumah"

" Siap neng"



Di jalan sembari jalan kaki...


"Vanya dari rumah sekolah, tapi di sekolah gak ada, terus vanya kemana?"



#BRIAN




"Ray, lo dateng kan ke acaranya si alea?" ( Tanya rezky )

"Gua pasti dateng lah" ( jawab brian )

"Gua bingung banget mau pake baju apa" ( ucap rezky sembari menggaruk kepalanya )

"Ah elah udah kaya cewe aja lu" ( jawab brian )

"Kan harus ganteng, pasti di sana banyak cewe cewe cantik hahaha" 

"Cewe terus yang lo fikirin, nilai tuh fikirin hahaha"

"Hahaha" ( fiko tertawa kecil )

"Eh fik, nanti tolong pilihin baju buat gua ya" 

"Iya iya" ( jawab fiko )



      Ke esokan hari nya vanya kembali masuk sekolah, tapi ada yang sedikit berbeda dari dia, dia nampak berubah, entah dari sikap maupun penampilan.

Ketika dia sedang duduk di kursinya, jea datang menghampiri vanya...



"Vanya? Ini kamu?" ( Tanya jea kebingungan )

"Hai jea" ( sapa vanya )

"Hai" ( ragu )

"Ini beneran kamu?" ( Tanya jea lagi )

"Iya, kenapa? Ada yang salah?"

"Ko tumben kamu kepang dua? Pake kacamata?"

"Gapapa, aku suka"

"Tapi aku gak suka vanya"

"Gak masalah"

"Vanya kamu kenapa? Ko tiba tiba berubah gini? Kemarin kamu kemana? Bolos sekolah"

"Aku gak papa, aku gak berubah ko, aku suka gaya ini, kemarin aku ada sedikit urusan"

"Ini bukan kamu vanya"

"Ini aku jea"



       Setelah lama jam belajar di mulai bel pun berbunyi tanda istirahat tiba. Vanya dan jea pergi ke kantin untuk membeli makan...



"Kamu tar malem dateng kan ke acaranya alea?" ( Tanya jea sembari menikmati makanannya )

"Iya aku dateng"

"Nanti aku ke rumah kamu ya biar bareng, soalnya aku gak tau rumah dia"

"Emang kamu tau rumah aku?"

"Tau, kemarin pas kamu gak sekolah aku kerumah kamu, aku pikir kamu sakit jadi aku inisiatif buat jenguk, eh pas udah di sana katanya kamu belum pulang sekolah"

"Oh gitu" ( tegang )

"Emang kemarin ada urusan apa si? Sampe kamu bolos sekolah, ini bukan sifat kamu nya"

"Ya pokonya urusan penting" ( jawab vanya gugup )

"Vanya kenapa si?" ( Di dalam hati )




      Dari kejauhan nampak brian sedang memperhatikan vanya...



"Loh? Anak itu ko kaya gitu? " ( Di dalam hati brian bicara )

"Tapi kalo di liat liat dia cantik juga ya" ( di dalam hati )

"Hehehe" ( tertawa kecil )

"Apaan si brian!" ( Menepuk pipinya sendiri )



Bersambung....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LANGIT_SENJA

21.30

21.20