LANGIT SENJA
PART_2
( Siapa dia ? )
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16:53, vanya berpamitan kepada viona untuk pulang..
Di teras rumah..
"Viona aku pulang ya, udah sore"
"Iya makasih vanya udah dateng"
"Iya sama sama, dahh.." ( melambaikan tangan )
"Dadahh.." ( melambaikan tangan )
( Aku harus cepat! Banyak yang harus aku ceritakan pada temanku sebelum ia menghilang lagi )
Vanya kembali ke tempat dimana dia selalu merasa tenang ketika di sana, di danau itu, sembari melihat langit senja seperti biasanya..
Di rumah pohon..
"Senja aku datang lagi, sekarang aku gak telat kan haha! Senja.. aku senang karna aku bisa mengobrol dengan kedua temanku, kini aku punya 1 teman lagi, namanya viona, aku kenal dia sewaktu menolong dia dari orang orang jahat yang akan menyakitinya dan aku gak akan biarin siapapun menyakiti temanku!" ( Berbicara kepada langit )
"Tapi senja, aku hari ini kesal dengan laki laki tinggi yang menabrakku di sekolah! Gara gara dia bekal yang di kasih jea tumpah! Padahal jea pasti sudah sudah payah membuatnya untukku" ( menggerutu kesal )
"Apa besok aku bawakan dia bekal juga?! Iya! Ide bagus!"
Beberapa menit berlalu hingga langit akan berubah gelap vanya pulang dengan hati senang sekaligus kesal..
"Aku pulang ya senja, aku takut mama marah, besok aku ke sini lagi!"
Vanya pun turun dari rumah pohon tersebut dan berjalan untuk pulang. Sesampainya di rumah saat vanya hendak membuka pintu kamar, ada orang yang memanggilnya..
"Heh vanya!" ( Ketus )
"( Menengok ke belakang ) sila.."
"Sini lo ikut gue!!" ( Menarik tangan vanya dengan kasar )
"Sila.. sakit!"
Di kamar sila...
"Lo dendam sama gue hah?!!" ( Marah )
"Engga sil, ada apa sebenarnya? Aku gak ngerti" ( jawab vanya bingung )
"Lo liat!! Liat!!" ( Memberikan sebuah buku )
"( Membuka buku tersebut )"
"Lo liat?! Lo dendam sama gue hah?!"
"Engga sil, kemarin aku periksa jawabannya udah bener semua ko"
"Terus ini apa?! Lo bikin gue malu tau nggak!!"
"Beneran sil kemarin emang udah bener semua, tapi kok jawabannya bisa berubah gini"
"Terus maksud lo gue yang salah?! Jelas jelas tugas gue lo yang ngerjain!!"
"Tapi sil beneran.."
"Sini ikut gue!!" ( Menarik rambut vanya menuju kamar mandi )
"Sil aku minta maaf, aku bener bener gak tau kenapa bisa gitu" ( ketakutan )
"Gak!! Lo udah bikin gue malu di depan temen temen gue!!"
Sila mulai mengguyur vanya sembari terus terusan menjambak rambut vanya. Vanya kesakitan dan pasrah dengan apa yang dilakukan saudari tiri nya itu..
"Sil aku minta maaf sil" ( menangis )
"Lo pantes di giniin!!" ( Terus mengguyur )
Dari bawah terdengar suara nyonya elisha ( mama vanya dan sila ) teriak memanggil sila..
"Sila..sila.." ( teriak nyonya elisha )
____
"Awas aja lo ngadu ke papa!" ( Ancam sila kepada vanya )
"Iyaa ma!" ( Menjawab teriakan nyonya elisha )
Sila pun menghentikan aksinya dan pergi menuju bawah untuk menghampiri ibunya. Di sisi lain vanya menangis dengan tubuh basah kuyup karna guyuran air yang dilakukan sila tadi..
"Huhuhu..huhuhu.." ( vanya menangis )
"Anak bodoh!" ( Ucap vanya dengan penuh rasa dendam )
( Dia sila saudari tiriku yang sangat membenciku, aku tidak tahu kenapa dia bisa sebenci itu padaku. Tapi aku janji dia akan mendapat balasan yang setimpal atas apa yang sudah dia lakukan! )
Vanya beranjak dari duduknya dan mulai berjalan dengan lemah menuju kamarnya.
Di kamar..
"Non yang sabar ya" ( ucap bi mimah pembantu di rumah vanya sembari memijit kaki vanya )
"Iya bi ( tersenyum )"
"Bibi percaya apapun keadaannya non kuat non pasti bisa!"
"Makasih bi, tapi.. apa boleh seorang anak melawan orang tuanya?"
"Non pasti tau kan jawabannya?"
"Kalo orang tua itu nyonya elisha?"
"( Menunduk dan menggelengkan kepala )"
"Kenapa bi?"
"Non.. bibi ngerti non cape sama keadaan dirumah ini yang seolah olah baik baik saja padahal ngga, untuk sekarang menurut bibi non sabar aja ya, biarin tuhan yang menentukan semuanya, kalo non mau cerita.. non datang aja ke kamar bibi"
"Iya bi makasih"
( Bi mimah adalah pekerja di rumah, aku tidak menganggap nya pembantu tapi aku sudah menganggap bi mimah bagian dari keluargaku, bi mimah sudah lama bersama kami, bahkan sebelum aku ada bi mimah sudah lebih dulu di rumah ini )
Saat hendak tidur suara ponsel vanya berbunyi.
"Tut..Tut..Tut.." ( suara ponsel )
"Siapa ini? Nomor tidak dikenal? Angkat aja deh" ( mengangkat telepon )
"Halo! Siapa ini?"
"Hahaha" ( suara seorang laki laki dari dalam telepon )
"( Vanya terkejut menelan ludah dengan sedikit ketakutan ) halo? Siapa ini?"
"Vanya bodoh! Sialan! Hahaha!"
"( Vanya melotot terkejut dan langsung mematikan teleponnya )"
Vanya termenung ketakutan dan heran kenapa dia ngomong seperti itu. Setelah vanya ingat ingat dia teringat sebuah kertas bertuliskan " vanya bodoh sialan", vanya pun langsung beranjak dari kasurnya dan mengambil kertas yang ada di dalam sebuah tas.
"Vanya bodoh sialan" ( membaca kata yang ada di kertas tersebut dengan wajah bingung dan takut )
#Viona
Malam itu viona keluar untuk pergi menemui seseorang. Tiba di sebuah taman yang sepi viona menemui orang tersebut..
"Please jangan!" ( Viona berbicara kepada seorang laki laki yang membelakanginya )
Laki laki tersebut membalikkan badannya..
"Kenapa?" ( Tanya laki laki tersebut )
"Jangan bawa orang lain yang sama sekali tidak tahu apa apa! Ini masalah kita! Jangan libatkan dia!"
"Kamu tenang aja viona, aku gak akan nyakitin dia! Ini hanya pelajaran untuk dia agar tidak terus mencampuri urusan orang lain!"
"Brian.. please! Dia gak tau apa apa!"
"Kamu mau aku berhenti?!"
"( Mengangguk )"
"Oke! Aku bakal berhenti kalo kamu tetep sama aku!"
"Brian.. kamu harus ngerti! Kita gak akan bisa bersama!"
"Kenapa!!" ( Brian kesal )
"Aku minta kamu berhenti neror vanya!"
Brian kemudian pergi begitu saja meninggalkan viona dengan rasa marah.
Ke esokan harinya vanya tidak seperti biasa, dia terus termenung di bangkunya..
"Vanya!" ( Mengagetkan vanya )
"Jea! Kaget tau"
"Lagian ngelamun terus, ngelamunin apa si?"
"Engga kok, ga ngelamun"
"Aaaa.. terus tadi apa?" ( Meledek )
"Udah udah, eh aku punya sesuatu buat kamu"
"Apa?"
"Iniii" ( memberikan sebuah bekal makan )
"Wahhh ini buat aku?!"
"( Mengangguk )"
"Terimakasih vanya!! Kayanya enak nih"
"Enak dong, kan aku yang masak"
"Iya iya enak... Mungkin! Hahaha"
"Hahaha"
Bel berbunyi tanda masuk kelas, semua murid duduk di tempatnya masing masing. Saat sedang menulis vanya tidak sengaja memasukkan tangannya ke laci meja dan saat itu vanya merasa ada yang aneh..
"Ini apa?" ( Meraba sesuatu )
Vanya mengambil benda tersebut..
"Sebuah kotak bekal makan?" ( Heran )
Vanya membuka kotak bekal tersebut dan betapa terkejutnya vanya ketika melihat laba laba hidup yang ukurannya lumayan besar berada di dalam kotak tersebut. Vanya menjerit takut dan kaget.
"Aaaaaa!!!!" ( Jeritan vanya )
Semua murid melihat ke arah vanya yang tiba tiba saja menjerit.
"Kenapa vanya?" ( Tanya guru )
"Laba laba bu!" ( Jawab salah satu murid yang duduk di dekat vanya )
Semua anak bangun dari duduknya menuju pojok kelas karna ketakutan oleh laba laba tersebut.
"Cepat tolong buang!" ( Perintah guru kepada murid laki laki )
Para murid laki laki pun berusaha membuang laba laba tersebut.
"Sudah semuanya duduk, lanjutkan belajar! Vanya kamu ga papa?"
"( Menggelengkan kepala )"
Pada jam istirahat jea menanyakan kejadian janggal tersebut kepada vanya.
"Vanya, emang gimana ceritanya bisa ada laba laba gede itu?" ( Tanya jea )
"Aku juga gak tau, yang pasti aku ga sengaja ambil kotak makan yang ada di laci, karna aku penasaran isinya apa jadi aku buka, dan ya ternyata isinya laba laba gede itu"
"Coba deh kamu fikir, gak mungkin kan laba laba bisa masuk sendiri ke dalam kotak itu?"
"Iya juga sih, tapi yaudahlah gak penting juga"
"No! Engga! Ini penting!, Pasti ada sesuatu"
"Udah jea.. ini cuma masalah laba laba doang ko"
"Gak bisa vanya! Kayanya ada yang sengaja masukin laba laba itu!"
"Terus kalo emang iya ada, siapa?!"
"Nah itu yang kita gak tau! Maka dari itu kita harus selidikin!"
"Huftt.. udah jea"
Setelah sekolah selesai, vanya dan jea mampir terlebih dahulu ke taman kota hanya untuk sekedar membeli ice cream dan menyantapnya disana.
"Aneh banget yaa.." ( ucap jea sembari makan ice cream )
"Apa?" ( Jawab vanya )
"Laba laba itu ko bisa ada di dalem kotak makan"
"Ya ampun jea! Masih mikirin laba laba ternyata, udah lupain astaga"
"Hm yaudahlah"
Ketika mereka sedang asyik menyantap ice cream, pandangan mereka teralihkan dengan seorang pria yang sedang kesakitan di pinggir jalan.
"Vanya apa tu?" ( Menunjuk ke arah laki laki tersebut )
"Kayanya dia jatuh dari motor deh! Yuk tolongin"
Mereka menghampiri laki laki tersebut..
"Sial!" ( Sembari menepuk nepuk tangan dan kaki )
"Kamu gak papa?" ( Tanya vanya )
Laki laki tersebut melihat ke arah vanya, vanya sedikit melamun karna laki laki tersebut sudah tidak asing bagi vanya
"Ga!" ( Jawab laki laki tersebut )
"Kening kamu luka!"
"Gak papa!"
"Gak papa gimana! Itu jelas jelas ada darahnya loh!"
"Bisa gue obatin sendiri!" ( Sembari bangun dan hendak naik ke motornya tetapi masih tidak kuat untuk berdiri )
"Tuh kan! Gak papa gimana! Bangun aja susah!"
"Heh jaga ya omongan lu!" ( Menunjuk vanya )
"Udah sini gue bantu! Gak usah gengsi!"
Vanya dan jea pun membantu laki laki tersebut.
"Jea tolong ambil kotak p3k di tas aku" ( suruh vanya )
"Oh iya" ( mengambil kotak p3k )
"Ini" ( jea memberikan kepada vanya )
"Makasih.."
"Eh lu mau ngapain?! " ( Tanya laki laki tersebut )
"Udah diem deh ga usah bawel!"
Vanya kemudian mulai mengobati luka laki laki tersebut yang ternyata dia adalah....
Bersambung..
Komentar
Posting Komentar