LANGIT SENJA

#PART_4

          ( Pesta ulang tahun )




         Acara pesta pun dimulai semua anak anak menikmati acara tersebut dengan gaun mereka yang cantik.



"Ehh Adit aku pikir kamu gak bakal dateng" ( ucap alea menyapa adit )

"( Adit hanya tersenyum kecil )"

"Kamu nikmatin aja dulu ya, aku mau ke sana" ( menunjuk pada temannya )

"( Mengangkat alis nya tanda meng iya kan )"


"Haii girls" ( sapa alea pada mona dan erika )

"Haiii" ( sapa mona erika )

"Wah.. princess kita cantik banget nih" ( ucap mona )

"Iya dong alea gitu, eh kalian tau ga? Adit dateng lho"

"Beneran? Gue kira anak kaya dia gak suka acara acara kaya gini" ( ucap erika )

"Iya tumben banget ya dia mau ke acara gini" ( terus mona )

"Ya iyalah dia dateng kan karna acara gue" ( ucap alea sembari memainkan rambutnya )



       Sementara itu jea dan vanya masih sibuk mencari kendaraan umum untuk berangkat ke acara pesta alea.

Di pinggir jalan...


"Vanyaa.... Angkot nya lama banget! Kalo kita telat gimana?!" ( Keluh jea )

"Udah tenang aja, gak bakal telat ko, kita tunggu aja" ( jawab vanya )

"Tapi nya, ini udah lama banget kita nunggu" 

"Sabarrr jea"


    Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti tepat di hadapan vanya dan jea..


"Siapa?" ( Tanya jea pada vanya )

"Ga tau" ( jawab vanya )


Kaca mobil pun dibuka..


"Lo?!" ( Tanya jea )

"Udah cepet naik!" ( Perintah brian pada vanya dan jea )

"Gak papa kita nunggu angkot aja" ( ucap vanya )

"Acara bentar lagi mulai kalian mau telat?!" ( Tanya brian )

"Udah yuk kita naik aja" ( ajak jea pada vanya )

"Tapi jea.."

"Udah cepet!!" ( Ucap brian )


     Akhirnya vanya dan jea naik ke dalam mobil milik brian.


Di dalam mobil...



"Lo vanya kan?" ( Tanya brian )

"Iya" ( jawab vanya yang kebetulan duduk di depan mobil/bersebelahan dengan brian )

"Gua minta maaf soal waktu itu" ( dengan nada ragu dan gengsi )

"Soal apa?"

"Soal gua yang jatuhin kotak makan lo"

"Oh iya gapapa udah aku lupain juga ko"

"Soal waktu itu juga makasih lo udah tolong gua"

"Iya sama sama"

"Makasih sama gue juga dong" ( ucap jea )

"Iya iya makasih" ( jawab brian )



       Sesampainya di acara pesta ulang tahun alea, ternyata sudah ada fiko dan rezky yang sedari tadi menunggu kedatangan temannya itu..


"Itu brian" ( ucap rezky menunjuk pada mobil brian yang hampir berhenti )


"Tunggu tunggu dia sama siapa?" ( Tanya rezky pada fiko )

"( Menggelengkan kepalanya )"


"Vanya?" ( Tanya fiko heran di dalam hati bicara )

"Itu kan si vanya" ( ucap rezky )

"( Raut wajah fiko berubah menjadi kesal )"

     

Rezky dan fiko menghampiri brian..


"Tumben lo sama mereka?" ( Tanya rezky heran )

"Aku masuk dulu ya, makasih" ( ucap vanya )

"Sama sama" ( jawab brian )

"Gua ke sana ya" ( ucap fiko sembari pergi meninggalkan rezky dan brian )

"Bukannya lo benci sama tu anak? Kenapa sekarang bisa bareng?" ( Tanya rezky )

"Ah udah udah lupain" 

"Aneh"


Sementara itu fiko menghampiri vanya untuk menanyakan kenapa tadi bisa bersama brian...



"Vanya" ( memanggil vanya )

"( Menoleh kebelakang )"

"Kenapa?" ( Tanya vanya )

"Kamu kenapa bisa bareng sama brian?" 

"Brian siapa? Yang tadi?"

"Iya"

"Jadi kita tuh cuma kebetulan doang" ( jawab jea )

"Kebetulan gimana ?" ( Tanya fiko )

"Tadi pas kita nunggu angkot, angkot nya gak dateng dateng terus datang brian dia nawarin buat bareng, yaudah kita ikut daripada telat" ( jawab jea )

"Oh gitu"

"Iya" ( jawab vanya )



     Tak lama kemudian pesta pun dimulai, ketika vanya dan jea sedang menikmati makanan mereka tiba tiba alea datang menghampiri vanya...


"Vanya kan?" ( Tanya alea )

"Iya"

"Pestanya mewah banget ya" ( ucap jea pada alea )

"( Alea tidak memperdulikan pernyataan jea )"

"Lo inget apa yang gue bilang waktu itu?" ( Tanya alea pada vanya )

"Yang mana?" ( Tanya vanya )

 

       Belum menjawab pertanyaan vanya, alea pergi meninggalkan vanya menuju panggung...


"Semuanya denger!!" ( Ucap alea di atas panggung dengan mic nya )


Semua anak yang ada di acara tersebut tertuju pada alea yang berada di atas panggung...


"( Raut wajah vanya kebingungan dan khawatir )" 


"Kalian inget apa yang gue bilang waktu itu? Hah? Dateng ke pesta gue harus pake baju yang bagus jangan kaya gembel" ( sembari melihat ke arah vanya )

"Maksud dia apa sih nya?" ( Tanya jea pada vanya kesal )

"( Vanya menggelengkan kepala )"


"Vanya?! Maju sini" ( perintah alea )

"Aku?" ( Sembari menunjuk dirinya sendiri )

"Iya ayo maju" 


Vanya pun beranjak dari tempat nya menuju atas panggung.


"Kalian liat vanya baik baik!" ( Perintah alea pada semua orang )

"( Vanya kebingungan )"

"Anak kaya dia gak pantes ada di sini!"

"( Vanya kaget dengan pernyataan alea )"

"Liat aja bajunya!! Lebih pantes di bilang baju gembel dari pada baju pesta! Hahaha"

"Hahahahaha" ( suara anak anak menertawakan vanya )

"Alea stop!" ( Ucap jea yang kesal )

"Oh ternyata temannya marah, kenapa? Gak suka ya? Eum kasian" ( meledek ) 

"Emang ya pd banget dia dateng ke sini pake baju gembel hahaha" ( terus alea )

"Hahaha" ( anak anak tertawa lagi )

"( Vanya mulai menangis )"


Melihat kejadian itu brian yang kesal segera menghampiri vanya ke atas panggung.


"Stop alea!" ( Ucap brian )

"Ayo vanya kita pergi" ( menarik tangan vanya )


Brian dan vanya pun pergi meninggalkan pesta tersebut.


Di dalam mobil...


"Makasih ya brian" ( sembari mengusap air matanya )

"Iya sama sama"

"udah lo jangan nangis lagi" ( menjulurkan tangannya bermaksud untuk mengusap air mata vanya )

"( Vanya langsung menghindar )"

"Sorry sorry" 

"Iya gak papa, aku gak biasa gitu"

"Iya, udah lo gak usah sedih alea emang kaya gitu"

"Tapi kenapa dia gitu sama aku? Apa baju aku seburuk itu?" 

"Enggak! Baju lo bagus ko!"

"Terus kenapa dia gitu?"

"Sebelumnya lo pernah berurusan sama dia?"

"Enggak! Sama sekali enggak! Makanya aku bingung kenapa dia kayak gitu"

"Udah udah yang penting sekarang lo udah tenang kan?"

"Hmm iyaa... Eh jea gimana dia kan masih di pesta"

"Udah tar gua suruh rezky atau fiko anterin dia pulang"

"Syukur deh"

"Gua mau nanya"

"Apa?" 

"Kenapa lo ngerubah penampilan lo?"

"Hah? Emang sebelumnya kamu tau aku? Ko sampe tau aku ngerubah penampilan"

"E..e..enggak! Pas gua numpahin bekal lo kan gua ngeliat lo terus kemarin gua gak sengaja liat lo jadi gua ngerasa beda aja gitu"

"Oh gitu... Sebenernya ada alasan kenapa aku ngerubah penampilan aku" 

"Kenapa?"

"( Melamun sejenak ) enggak gak papa, kita mau kemana?"

"Gak tau, jalan aja dulu"

"Aku tau!"

"Kemana?"

"Udah yuk"


      ( Waktu itu aku salah beranggapan tentang brian, dia tidak seburuk itu )


     Mobil terus melaju menuju arah yang di tunjukkan vanya tanpa brian tau tujuannya kemana. Ternyata tempat yang ditunjukkan vanya adalah tempat dimana dia selalu datang untuk membagi kisah sedihnya, ya di danau dengan rumah pohon itu..


"Loh kok ke sini?" ( Tanya brian )

"Udah yuk ikut aja" ( menarik tangan brian menuju rumah pohon )

"( Brian tersenyum ketika ia sadar tangannya di terik oleh vanya )"


Mereka kemudian berjalan menuju rumah pohon dan mulai menaiki nya..


"Yuk" ( ajak vanya naik ke tangga )

"Iya tungguin dong" ( ucap brian masih di bawah )

"Cepetan!" 

"Iya"


Setelah di atas..


"Lo tau dari mana tempat ini?" ( Tanya brian duduk di samping vanya )

"Aku sering ke sini, ada temen ku juga di sini"

"Hah? Temen?"

"Iya"

"Siapa?"

"Senja" ( sembari tersenyum )

"Matahari?" ( Tanya brian bingung )

"Iya, aku selalu cerita sama dia tentang apa yang aku rasain, mau sedih, seneng, pokoknya aku ceritain semua ke dia!"

"Kenapa?"

"Karna dia selalu ada buat aku, gak pernah jahat sama aku, gak kaya orang orang di luaran sana"

"Maksudnya?"

"Enggak, udah lupain! Intinya ini tempat aku buat nenangin diri"

"Hmm iya sih tempatnya tenang banget"


Ketika mereka sedang menikmati indahnya pemandangan malam dari rumah pohon itu, suara ponsel vanya berbunyi tanda telpon masuk..


Tut..Tut..Tut.. ( suara ponsel berbunyi )


"Siapa?" ( Tanya brian )

"Papa"

"Ya udah angkat"

"Hallo pa?" ( Mengangkat telpon )

"Assalamu'alaikum sayang" ( suara dari dalam telpon )

"Waalaikumussalam pa, kenapa pa? Ada apa?"

"Kamu lagi dimana?"

"Aku lagi di acara pesta ulang tahunnya temen aku pa" 

"Oh gitu, tadinya papa mau minta tolong buat kasih handphone nya ke mama soalnya papa mau ngomong, tapi kalo kamu nya lagi diluar gak papa"

"Oh gitu ya, emang hp mama gak on pa?"

"Iya sayang, papa udah coba telpon tapi gak nyambung, mungkin lagi di charge abis baterai"

"Iya pa, maaf ya pa"

"Gak papa sayang, yaudah kamu hati hati ya, papa tutup ya"

"Iya pa"

"Assalamu'alaikum, I love you"

"Waalaikumussalam, love you to pa"



"Bokap lo emang dimana? Sampe gak bisa ngomong langsung sama nyokap lo? Harus lewat telpon" ( tanya brian yang tidak sengaja mendengar obrolan vanya )

"Papa aku di amerika, kerja"

"Oh gitu" 



      Ke esokan harinya di sekolah ketika vanya memasuki kelas dia mendapati sesuatu di atas bangkunya, sebuah gantungan kunci dengan beruang kecil imut bersama dengan sebuah kertas.


"Apa ini?" ( Mengambil gantungan tersebut )

"Untuk vanya, kamu semangat ya jangan lemah, kamu beruang imut yang kuat" ( membaca sebuah surat )

"Siapa ya?" ( Vanya bingung )


Tak lama jea datang menghampiri vanya..


"Hai vanyaa!!"

"( Langsung memasukan ganci dan surat tersebut ke dalam tas ) hai jea"

"Maaf ya semalem aku ninggalin kamu" ( ucap vanya )

"Iya gak papa, aku juga minta maaf gak bisa belain kamu"

"Gak papa"

"Terus semalem kamu sama brian kemana?"

"E..e.. langsung pulang" ( agak ragu )

"Oh gitu"

"Iya.. semalem kamu pulang sama rezky sama fiko kan?"

"Iya, tapi mereka nyebelin banget!"

"Nyebelin kenapa?"

"Udah ah gak usah di bahas"

"Ya udah iya, pulang sekolah ke taman yuk! Beli ice cream!!

"Ayoookkk!!!"



Saat waktu istirahat tiba vanya dan jea pergi ke kantin untuk membeli makan, ketika itu juga mereka bertemu dengan brian dan teman temannya, brian pun menghampiri vanya..


"Penampilan lo masih tetep gini?" ( Tanya brian )

"Kenapa? Gak suka?" ( Tanya balik vanya )

"Lagian bebas kan mau gimana aja terserah vanya" ( bela jea )


Brian pergi begitu saja meninggalkan vanya dan jea..


"Aneh tu cowo! Kadang baik, kadang ngeselin!" ( Gerutu jea )

"Udah udah yuk!"


Beberapa jam telah berlalu, bel pun berbunyi tanda sekolah telah usai, semua anak berhamburan keluar termasuk vanya dan jea yang sudah merencanakan bahwa ketika pulang sekolah mereka akan pergi ke taman untuk membeli ice cream.


"Tunggu!" ( Teriak adit pada vanya dan jea yang sedang berjalan menuju keluar gerbang sekolah )

"Iya dit? Kenapa?" ( Tanya vanya berbalik badan )

"Lo mau kemana?" ( Tanya adit )

"Pulang" ( jawab vanya )

"Gua boleh minta tolong sama lo?" 

"Apa?"

"Gua gak ngerti tugas fisika, lo bisa bantuin gua kan?"

"Sebenernya bisa sih, tapi gak bisa sekarang soalnya aku sama jea mau ke taman" ( jelas vanya )

"Oh gitu, kalo besok bisa?"

"Besok hari apa ya? Minggu? Bisa!"

"Oke! Makasih vanya"

"Iya sama sama"


Adit pun pergi meninggalkan vanya dan jea..


"Dia siapa?" ( Tanya jea pada vanya )

"Dia adit, anak mipa 2"

"Kamu kenal dia?"

"Dulu aku sama dia satu smp"

"Oh gitu"

"Kenapa emang? Suka ya?" ( Ledek vanya )

"Enggak!" ( Malu )

"Emang gak heran sih kalo kamu langsung suka sama dia, soalnya dia emang ganteng banget, tapi yang harus kamu tau dia itu dinginnya minta ampun!"

"Kira kira aku bisa gak ya, luluhin hati dia" 

"Bisa! Aku dukung kamu ko!"

"( Jea tersenyum malu )"



Di taman..


"Mm.. vanya ?" ( Dengan nada ragu )

"Iya kenapa?" ( Sembari menyantap ice cream )

"Besok aku boleh gak ikut sama kamu ngerjain tugas fisika nya Adit" ( ragu )

"Boleh dong! Aku malahan seneng! Biar rame, sekalian aku kenalin kamu ke adit"

"Makasih vanyaaa! Sayang banget deh!" ( Memeluk vanya )

"Iya iyaaaa"

"Udah ah yuk pulang" ( terus vanya )

"Yuk" 


Ketika hendak beranjak dari duduk mereka, tiba tiba ada brian menghampiri mereka...


"Loh kamu?" ( Tanya vanya )

"Mau ngapain lo?" ( Tanya jea )

"Gini.. jadi" ( ragu )

"Apa?"( Tanya vanya )

"Iya nih yang jelas dong kalo ngomong" ( terus jea )

"Lo bisa tolong gua?" ( Tanya brian ragu )

"Tolong apa?"

"Bantuin gua ngerjain tugas fisika" ( malu )

"Oh.. bisa bisa! Kebetulan aku juga besok mau ngerjain, kamu ikut aja"

"Oke makasih!"


    Pada malam harinya dirumah, vanya kebingungan bagaimana cara meminta izin pada ibunya bahwa besok akan ada teman temannya datang untuk mengerjakan tugas...


"Ma?" ( Ucap vanya ragu )

"Kenapa?" ( Jawab nyonya elisha sembari duduk diatas sofa )

"Besok aku sama temen temen mau ngerjain tugas di sini, boleh kan ma?" 

"Dengan syarat rumah harus tetep rapih!"

"Iya ma! Makasih ma! Kalo gitu vanya ke kamar dulu ma"



Di kamar sembari duduk di meja belajarnya...


"Alhamdulillah makasih ya allah karna tentang boneka ranting itu sekarang gak terjadi apa apa" 


Tring.. ( suara notif handphone )


"( Mengambil hp nya dan membaca pesan )"

"Belom tidur van?" ( Isi dari pesan tersebut )

"Siapa ni?" ( Ucap vanya bingung )

"Siapa ya?" ( Balas pesan vanya )

"Brian" ( balasan pesan )


Tut..tut..tut.. ( suara dering telepon )


"Hallo?" ( Ucap vanya )

"Gua ganggu ya?" ( Suara dari dalam telepon )

"Engga, kenapa?"

"Kenapa gimana?"

"Kamu kenapa nelfon?"

"Emang gak boleh ya?"

"Boleh aja si, aku fikir ada hal penting"

"Ada si sebenernya"

"Apa?"

"Gua gak tau rumah lo, jadi kayaknya besok gua bakal ke sasar deh ( pura pura tidak tahu )

"Nanti aku sharelock"

"Bagus deh wkwk"

"Aku tutup ya?"

"Mau tidur emang?"

"Enggak"

"Ya udah nanti aja"

"Apa nya?"

"Tutup telfon nya"

"Ya udah deh iya"

"Besok cuma kita berdua kan ?"

"Engga! Ada jea sama temen aku"

"Huftt! Kirain kita doang"

"Emang kenapa? Keberatan? Kalo kamu keberatan ya gak usah ikut"

"Eh engga engga ko, yang bilang keberatan siapa?"


Krett... ( Suara pintu terbuka )


Ternyata ada bi mimah masuk ke dalam kamar vanya bermaksud untuk menyiapkan susu untuk vanya


"Eh udah dulu ya" ( ucap vanya ketika melihat bi mimah )


"Kenapa langsung di matiin non?" ( Tanya bi mimah menaruh susu )

"Gak papa bi"

"Emang yang nelfon siapa non? Papa?" ( Tanya bi mimah lagi mulai duduk di kasur )

"Bukan, tadi temen aku bi"



Bersambung...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LANGIT_SENJA

21.30

21.20