LANGIT SENJA

#PART_5

                ( Perasaan yang di sembunyikan )



"Temen apa temen hayo" ( ledek bi mimah )

"Iya temen ko bi" ( salting )

"Ya udah bibi ke belakang dulu ya non"

"Iya bi"


Tiba tiba sila masuk ke kamar vanya tanpa mengetuk pintu..


"Kenapa sil?" ( Tanya vanya )

"( Melemparkan buku ke depan vanya )"

"Jangan sampe salah lagi!" ( Tegas sila )

"Non maaf sebelumnya, itu kan tugas nya non, harusnya yang ngerjain non sendiri bukan orang lain" ( ucap bi mimah dengan hati hati )

"Kenapa bi?! Keberatan?! Hah?!, Inget ya bibi ini cuma pembantu di sini! Gak pantes nasehatin majikannya!, Lagian vanya juga gak ngerasa keberatan!" ( Tegas sila )

"Hm... Iya bi, Gapapa, vanya juga gak keberatan ko buat ngerjain tugasnya sila, sila juga kan sodara vanya sendiri" ( jelas vanya )

"Tapi non..." ( Ucap bi mimah keberatan )

"Ah udahlah! Bibi mau saya aduin ke mama! Biar di pecat!?"

"E e nggak non, bibi minta maaf, jangan pecat bibi"

"Ya udah makanya sebagai pembantu itu gak boleh ngelawan sama majikan!" 


Sila pun pergi meninggalkan kamar vanya...


"Udah bi, lain kali bibi jangan belain aku, aku gak mau sampe bibi dipecat"

"Tapi non bibi kesel banget sama kelakuannya non sila"

"Kita doain aja semoga mama sama sila berubah ya bi, doain aku juga biar bisa terus sabar ngadepin semua masalah di rumah ini, dan semoga kerjaan papa di sana cepet selesai biar bisa cepet cepet pulang ke sini" 

"Iya non, bibi pasti doain yang terbaik buat non, buat keluarga ini"

"Iya bi, yaudah aku ngerjain tugasnya sila dulu ya bi, takut keburu malem"

"Mau bibi bantuin non?"

"Gak usah lagian kan bi mimah juga punya tugas bibi sendiri"

"Yaudah deh non kalo gitu bibi ke belakang dulu"

"Iya bi"


Setelah bi mimah keluar dari kamar vanya, vanya mulai mengerjakan tugas tugas milik sila. Sementara itu di lain waktu brian bersama teman temannya rezky dan fiko sedang kumpul di tempat biasanya mereka nongkrong.


"Yan besok kan weekend, kita rencana kemana nih?! Gua bosen" ( tanya rezky )

"Kalo kalian mau healing, healing berdua aja sana!, Gua udah ada jadwal" ( jawab brian )

"Wihh jadwal apaan nih? Sama siapa?" ( Tanya fiko ) 

"Jangan jangan lo udah baikan sama viona?, Wahh gua ikut seneng bro!" ( Ucap rezky )

"Viona? Bukan!" ( Jawab brian )

"Terus siapa?, setahu gua kan lo sayang banget sama dia" ( tanya rezky lagi )

"Ya ada lah" ( sembari senyum salting )

"Jiakhh, cewe baru nih kayanya hahaha" ( ledek rezky )

"Apa vanya yang di maksud brian?" ( Tanya fiko di dalam hati )

"Lo kenapa fik? Mukanya kaya kesel gitu?" ( Tanya rezky )

"Gua gak papa ko"



Ke esokan harinya brian pergi menuju rumah vanya, tanpa ia sadari fiko membuntutinya di belakang. 


Di depan gerbang rumah vanya...


"Misi pak, vanya ada?" ( Tanya brian pada pak satpam )

"Ada den, udah di tungguin non vanya di dalem, silakan masuk" ( membukakan pintu gerbang )

"Makasih pak" 


Sementara itu fiko yang melihat brian masuk pada salah satu rumah tampak kebingungan karna ia tidak tahu rumah siapa yang brian datangi.


"Brian masuk rumah siapa?" ( Gumam fiko heran ) 


Ketika brian memarkirkan motornya, brian tak sengaja bertemu dengan sila saudari tirinya vanya yang sedang berjalan keluar dari dalam rumah.


"OMG! Siapa dia? Ganteng banget!" ( Ucap  sila di dalam hati terkagum melihat brian )

"( Brian senyum pada sila )"

"Temennya vanya ya?" ( Tanya sila membuka pembicaraan )

"Iya, vanya nya ada?" 

"Em.. aku sila sodaranya vanya, lebih tepatnya sodara tiri nya vanya" ( menjulurkan tangannya )

"Brian" ( menjabat tangan sila )

"OH MY GOD!!" ( Di dalam hati sila salting )

" ( Sila senyum senyum sendiri ketika brian melepaskan tangannya )"

"Mm.. maaf, vanya nya ada?" ( Tanya brian )

"( Masih tersenyum sendiri )"

"Ni anak kenapa ya?! Aneh banget!" ( Di dalam hati brian bicara )

"Mba?! " ( Berusaha menyadarkan sila )

"Oh iya kenapa?" ( Dengan nada kaget )

"Vanya nya ada?" 

"Ada ada, aku panggilin dulu ya"

"Iya"

"Vanya!! Vanya!!" ( Teriak sila )


Vanya pun keluar...


"Iyaa sil" ( sahut vanya )

"Oh brian udah nyampe? Gak nyasar kan?" ( Tanya vanya pada brian )

"Engga" ( jawab brian )

"Yaudah yuk masuk udah ditungguin dari tadi" 

"Whatt?! Ditungguin? Asksksk! >//<" ( Salting brian di dalam hati bicara )

"Yaudah" ( ucap brian )

"Aku sama brian masuk dulu ya sil"

"Hm iya, sampai ketemu lagi ya brian" ( ucap sila )

"Iya" ( jawab brian )


Di dalam ruangan, tepatnya di ruang tengah sudah ada adit dan jea menunggu brian dan vanya.


"Lama banget si lo!" ( Omel jea pada brian )

"Lo tau Jakarta kan?" ( Jawab brian )

"Udah udah gak usah pada ribut deh" ( ucap vanya )

"Lagian ngeselin banget" ( gerutu jea )

"Jea udah" ( vanya menenangkan )


Setelah semuanya duduk untuk bersiap mengerjakan tugas fisika. Vanya terlebih dahulu memperkenalkan temannya satu sama lain...


"Oh iya dit ini brian temen aku di sekolah, dia satu sekolah sama kita loh" ( ucap vanya memperkenalkan brian pada Adit )

"( Adit tersenyum pada brian )"

"Brian, ini Adit temen aku, kita udah lama temenan, dari smp"

"Oh iya, yaudah mulai sekarang aja" ( balas brian )

"Oke" ( jawab vanya )


Di saat mereka sedang mengerjakan tugas, adit nampak kesulitan dengan soal yang di berikan, dan akhirnya adit meminta bantuan vanya untuk membantunya...


"Vanya ini gimana si?" ( Menyodorkan sebuah buku pada vanya )

"Yang ini?" ( Tanya vanya )

"Iya" 

"Oh jadi ini tuh gini, yang ini di kalikan sama yang ini terus di tambah yang ini" ( vanya menjelaskan dengan serius pada adit )

"Vanya cantik banget si" ( ucap Adit di dalam hati sembari terus melihat vanya yang sedang menjelaskan dengan wajah salting )


Sementara itu brian yang melihat vanya dan adit merasa cemburu dan tidak terima dengan situasi itu...


"Tuh anak apaansi senyum senyum gak jelas liat vanya, modus banget!!" ( Gerutu brian di dalam hati )

"Ko Adit sama vanya deket banget ya?" ( Ucap jea di dalam hati dengan perasaan sedikit kesal )

"Oh iya iya aku ngerti hahaha" ( ucap adit sembari tertawa karna nampak paham apa yang di jelaskan oleh vanya )

"Nah gampang kan?" ( Tanya vanya dengan sedikit tertawa )

"Banget!" ( Jawab adit )

"Yaudah kamu kerjain sendiri tar kalo udah bilang sama aku, biar aku periksa bener atau enggak nya" ( jelas vanya )

"Siap bu!" ( Ucap adit dengan tersenyum salting )


__


"Vanya no 11 caranya gimana?" ( Tanya brian di tengah keheningan belajar )

"No 11? Bentar ya aku cek dulu" ( jawab vanya )

"Liat nih udah gua kerjain, gimana? Bener kan?" ( Ucap Adit memberikan bukunya pada vanya )

"No 5 bener, no 6 bener, 7 salah nih" ( ucap vanya memeriksa buku Adit )

"Ah masa sih? Perasaan udah bener deh" 

"Iya salah, harusnya isinya 38 bukan 36" 

"Salah dikit doang hahaha"

"Tapi tetep aja salah wle" ( ledek vanya )

"Ya gak papa" ( mencubit pipi vanya )

"Ih adit!!" ( Ucap vanya sedikit kesal )

"Hahaha becanda doang" 


___


"Ini nugas bareng bareng atau cuma kalian berdua?!!" ( Ucap brian sembari  melempar bukunya ke atas meja karna kesal melihat kelakuan adit pada vanya )



HENING



Semua orang yang ada di ruangan itu seketika kaget dengan apa yang barusan brian lakukan


"Brian apaansih! Ini kan kita nugas bareng bareng" ( ucap jea memecah keheningan )

"Jea lo gak ngerasain?! Lo sama gua cuma nugas sendiri sendiri! Cuma mereka yang bareng bareng!" ( Tegas brian )

"Iya sih yang brian bilang emang bener" ( ucap jea di dalam hati sembari melamun )

"Enggak! Gue gak ngerasa nugas sendiri!" ( Ucap jea berbohong )

"Brian kamu kenapa sih?" ( Tanya vanya )

"Udah nya! Gua mau pulang!" ( Ucap brian sembari meninggalkan ruangan tersebut )

"Brian!" ( Teriak vanya )



Vanya pun beranjak dari duduknya pergi mengejar brian keluar rumah..



"Vanya mau kemana?" ( Tanya jea )

"Bentar, kalian tunggu di sini!"


__


"Brian tunggu tunggu" ( mengentikan brian di depan pintu )

"Brian kamu kenapa sih? Aku minta maaf gara gara aku belum sempet jawab pertanyaan kamu, kamu jadi marah gini" ( jelas vanya )

"Bukan karna itu nya! Lo gak bakal paham" ( jawab brian )

"Terus karna apa?"

"Gak papa!" 

"Ya udah kalo gitu kamu jangan marah, kita lanjutin nugas nya lagi"

"Gak! Gua mau cabut!" ( Ucap brian sembari pergi meninggalkan vanya )


___


"Gimana nya?" ( Tanya jea )

"( Menggelengkan kepalanya )"

"Aneh banget tu anak tiba tiba marah gak jelas" ( ucap Adit )

"Udah udah yuk lanjut aja" ( ucap vanya menenangkan )



Malam hari di kamar..



"Kelakuan brian tadi aneh banget"


Sementara itu ada nyonya elisha yang sedang berada di kantor nya, dia nampak sedang berbincang dengan orang melalui telepon miliknya...


"Jadi papa gak jadi pulang Minggu depan?" ( Tanya nyonya elisha )

"Iya ma, maafin papa, kerjaan di sini masih banyak soalnya ma, paling papa pulang 2 bulan lagi" 

"Ya udah ga papa, papa semangat kerjanya ga usah mikirin anak anak di sini, anak anak biar mama yang urusin papa fokus kerja aja" 

"Iya makasih ya ma, gimana vanya? Dia baik baik aja kan ma?"

"Vanya baik ko, dia aktif banget sekarang"

"Syukur deh papa seneng dengernya"

"Iya pa"

"Ya udah ya ma, papa lanjut kerja dulu"

"Iya pa, jangan lupa jaga kesehatan papa jangan sampe sakit"

"Iyaa ma, assalamu'alaikum I love you"

"Waalaikumussalam, love you to pa"


Setelah telepon di matikan...


"Syukur deh papa masih lama di amerika, jadi aku bisa lebih leluasa untuk menguasai semua aset perusahaan ini" ( tersenyum licik )



Malam pun tiba jea yang sedang termenung di kamarnya terus memikirkan adit yang begitu dekat dengan vanya...


"Kira kira Adit sama vanya ada apa ya? Ko mereka keliatan Deket banget" 


Jea pun mengambil ponsel miliknya dan membuka Instagram untuk mencari akun milik Adit


"Apa ya namanya?" ( Jea bingung )

"Oh pasti ada di akun nya vanya" 


Jea terus berusaha mencari


"Ini! Ketemu!"


Jea terus menscroll akun adit dan dia menemukan foto Adit dan vanya di akun Instagram Adit..


"Ini kan vanya? Ternyata mereka emang Deket dari dulu, pantesan sekarang Deket banget, kayanya aku emang gak bisa sama Adit" 



Ke esokan harinya di sekolah...



"Vanyaa!" ( Sapa jea menghampiri vanya yang baru saja sampai di sekolah )

"Hai jea!" ( Sapa vanya )

"Masih dengan gaya ini?" 

"Heem" ( mengangguk )

"Kenapa emang?" ( Tanya vanya )

"Gak papa, tapi kenapa sekarang penampilan kamu gak kaya yang pas pertama kita ketemu?" ( Tanya jea )

"Kamu udah nanya dua kali loh, aku kan udah bilang aku suka kaya gini" ( jawab vanya )

"Ya udah deh, oh iya aku mau nanya boleh ?" 

"Boleh, nanya apa?" 


Tiba tiba Adit datang menghampiri mereka...


"Hai vanya, jea!" ( Sapa adit )

"Hai dit!" ( Sapa vanya )

"Hai" ( sapa jea )

"Kalian baru dateng juga?" ( Tanya adit )

"Iya, tumben kamu baru dateng" ( jawab vanya )

"Iya gua kesiangan"

"( Wajah jea tampak kesal )"

"Ya udah duluan ya" ( ucap Adit )

"Iyaa" ( jawab vanya )

"Oh iya, mau nanya apa?" ( Tanya vanya )

"Engga, ga jadi"

"Loh ? Emang mau nanya apa si jea"

"Engga nya"

"Ya udah, yuk ke kelas"

"Iya"


Saat vanya dan jea berada di kelas tiba tiba fiko memanggil vanya yang sedang mengobrol asik dengan jea...


"Vanya!" ( Dari luar kelas )

"Fiko tu" ( ucap jea memberi tahu vanya )

"( Vanya memutar kepalanya ke arah belakang )"

"Aku ke sana dulu ya" ( ucap vanya pada jea )"

"Oke"


Setelah diluar kelas...


"Kenapa Fik?" ( Tanya vanya )

"Gua mau nanya"

"Apa? Tanya aja"

"Lo kenal cewe ini?" ( Menunjukkan sebuah foto yang ada di ponsel miliknya )

"Itu viona ?" ( Tanya vanya bingung )

"Iya"

"Kamu kenal dia?" 

"( Gugup ) gua ke kelas ya nya" ( pergi meninggalkan vanya )

"Fiko aneh banget"


    Bel pun berbunyi semua siswa/i masuk ke kelas nya masing masing. Pada saat jam pelajaran berlangsung tiba tiba brian merasakan sakit di bagian perutnya yang mengharuskan dia untuk pergi ke uks.

Di uks brian berbaring sembari terus memegang perutnya, tak lama kemudian datang vanya, tujuan awal vanya pergi ke uks karna ia ingin mengambil obat yang ada di dalam lemari p3k dan ia tak sengaja menemui brian yang sedang berbaring di uks...


"Brian? " ( Tanya vanya )

"Kamu kenapa?" ( Tanya vanya lagi )

"( Brian hanya menggelengkan kepalanya )"

"Kamu sakit?" 

"Enggak! Ya iyalah! Kalo gua gak sakit gak mungkin gua di sini"

"Kamu sakit apa?" ( Tanya vanya yang mulai duduk di samping brian )

"Sakit perut"

"Udah sarapan ?" 

"( Menggelengkan kepalanya )"

"Pantes aja! Tunggu bentar!" ( Bangun dari duduk nya )

"Eh mau kemana?"

"Mau beli sarapan buat kamu"

"Gak usah! Lo masih belajar kan?! Mending balik ke kelas aja!"

"Gak papa! Udah tunggu! Diem!"


Vanya pun pergi ke kantin membeli roti untuk brian. Setelah selesai vanya segera kembali ke uks menemui brian...


"Nih aku beli roti, makan!"

"Gak! Gua gak suka!"

"Gak usah rewel! Cepet makan!"

"Gua gak suka vanya!"

"Aaa!" ( Meluapkan roti ke mulut brian )

"( Brian pun terpaksa mengunyah roti itu )"

"Nah gitu gak usah rewel!" ( Sembari terus menyuapi brian )


Pada saat itu brian terus menatap wajah vanya begitupun sebaliknya...


"Eh ini! Makan sendiri!" ( Ucap vanya tersipu malu )

"( Mengambil roti dari tangan vanya )"

"Mm.. aku mau nanya boleh?" ( Tanya vanya ragu )

"Apa?"

"Kamu kenal viona?" 

"( Brian langsung kaget dengan pertanyaan yang di tanyakan oleh vanya ) enggak!"

"Kamu beneran gak kenal sama viona?" ( Tanya vanya lagi berusaha meyakinkan )

"Enggak! Siapa viona?! Gua gak punya temen yang namanya viona!" ( Sedikit kesal )

"Ya biasa aja jawabnya gak usah nge gas gitu" 

"Lagian kenapa tiba tiba lo nanya soal viona ke gua?!"

"Ya enggak! Siapa tau kan kamu kenal"

"Kalo misal gua kenal, kenapa emang?"

"Ya gak papa, aku cuma mau cari tahu sesuatu aja"

"Apa?"

"Bukan urusan kamu!" ( Pergi meninggalkan brian )

" Jangan sampe vanya tau kalo yang waktu itu nyulik viona gua" ( gumam brian )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LANGIT_SENJA

21.30

21.20